Halooo, blogwalkers! Selamat hari minggu! :3
dampak sok tahu
Tanpa banyak basa-basi, saya ingin sedikit berbagi cerita. Tentang navigasi. Yes, navigasi. Saya menyadari, teman, bahwa navigasi saya buruk. Atau busuk? Ah, saya tidak paham mana yang lebih tepat. Pokoknya, kemampuan navigasi saya memang benar-benar payah. Mungkin karena saya sudah bertahun-tahun menjadi pengguna kendaraan umum, yang tinggal ngikut sopir asalkan sampai tujuan tanpa harus tahu jalan mana yang dilalui. Menjadi pengguna transportasi umum memang bukan penyebab utama saya memiliki navigasi buruk. Ada sisi positifnya, kok. Saya jadi mengerti angkot atau bus apa yang bisa menjadi alternatif di saat-saat genting. Yah, penyebab utama, tentu saja saya tuduhkan terhadap daya ingat saya yang juga lemah.
Entah apapun penyebabnya, navigasi saya memang benar-benar buruk. Saya beberapa kali keblasuk, tersesat dan tak tahu arah jalan pulang~ Halah. Maksud saya, saya pernah beberapa kali mengambil jalan alternatif melalui jalan perkampungan dan berakhir tersesat. Dulu, atas saran ibuk, saya mencoba jalan perkampungan demi menghindari traffict light dan kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu. Namun, bukannya mencapai jalan ke arah yang benar, saya justru tersesat dan terus tersesat. Bodohnya, saya masih tetap sok tahu dan tidak juga bertanya kepada warga sekitar (karena memang jalan perkampungan tersebut masih sepi). Akhirnya, saya memutuskan berbalik dan mencari warga setempat setelah jalan yang saya lalui berujung pada sebuah makam. -___-
Beberapa bulan berselang, saya kembali tersesat. Bukan di daerah yang sama, namun memiliki sedikit kesamaan cerita. Mulanya, separuh perjalanan, saya teringat kalau SIM dan STNK saya tertinggal di kos. Celakanya, sejak peristiwa ditilang polisi lalu lintas, sampai saat ini saya masih sedikit trauma dan tremor mendadak tiap melihat bapak-bapak berseragam coklat dengan rompi hijau itu.
Alih-alih berbalik melalui jalan yang sama dan mengambil resiko bertemu
polisi, saya justru memilih berbelok ke kiri dan melalui jalan
perkampungan. Iya, saya memang sok tahu dan kelewat pede. Iya. Sewaktu
langit semakin gelap menakutkan dan hujan mulai rintik-rintik, saya
semakin tersesat. Melewati jalan kampung, saya berharap di ujung jalan
sana akan bertemu jalan utama. Dan….. saya masih juga sok tahu, berada
di jalan antah-berantah. Pada akhirnya, saya mengalah dan berhenti untuk
sok tahu ketika sebuah kuburan besar terbentang di sisi jalan. Langit
gelap mencekam, hujan menunjukkan tanda-tanda menjadi hujan deras, dan
kuburan, merupakan kombinasi suasana yang cukup horror. Beruntunglah
saya, seorang warga melintas dan melihat kebingungan di raut muka saya.
Setelah memastikan kaki orang tersebut menapak tanah
orang tersebut tidak berniat jahat, saya pun menanyakan arah jalan
menuju kampus. Dan alhamdulillah, beliau memberikan arahan yang semula
membingungkan bagi saya, tapi pada akhirnya, entah bagaimana, jalan yang
dimaksudkan terbuka begitu saja, bertepatan dengan hujan super deras
yang mengguyur saya. Hahaha 
Dan masih ada beberapa pengalaman kesasar lainnya, yang ngga mungkin saya ceritakan semuanya. Yang paling unforgettable, sih, dua pengalaman di atas. Nyasar dan berujung di kuburan. Pffft
Maka, berangkat dari pengalaman tersesat di perkampungan itulah, saya ingin membagi beberapa tips buat para blogwalkers yang memiliki kemampuan navigasi buruk seperti saya. Berikut tips-tips yang bisa kalian coba:

Kalau kalian memiliki problem yang sama dan memiliki tips lain lagi, boleh banget kok, buat share di sini. Sampai jumpa! Selamat berakhir pekan!
dampak sok tahu
Tanpa banyak basa-basi, saya ingin sedikit berbagi cerita. Tentang navigasi. Yes, navigasi. Saya menyadari, teman, bahwa navigasi saya buruk. Atau busuk? Ah, saya tidak paham mana yang lebih tepat. Pokoknya, kemampuan navigasi saya memang benar-benar payah. Mungkin karena saya sudah bertahun-tahun menjadi pengguna kendaraan umum, yang tinggal ngikut sopir asalkan sampai tujuan tanpa harus tahu jalan mana yang dilalui. Menjadi pengguna transportasi umum memang bukan penyebab utama saya memiliki navigasi buruk. Ada sisi positifnya, kok. Saya jadi mengerti angkot atau bus apa yang bisa menjadi alternatif di saat-saat genting. Yah, penyebab utama, tentu saja saya tuduhkan terhadap daya ingat saya yang juga lemah.
Entah apapun penyebabnya, navigasi saya memang benar-benar buruk. Saya beberapa kali keblasuk, tersesat dan tak tahu arah jalan pulang~ Halah. Maksud saya, saya pernah beberapa kali mengambil jalan alternatif melalui jalan perkampungan dan berakhir tersesat. Dulu, atas saran ibuk, saya mencoba jalan perkampungan demi menghindari traffict light dan kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu. Namun, bukannya mencapai jalan ke arah yang benar, saya justru tersesat dan terus tersesat. Bodohnya, saya masih tetap sok tahu dan tidak juga bertanya kepada warga sekitar (karena memang jalan perkampungan tersebut masih sepi). Akhirnya, saya memutuskan berbalik dan mencari warga setempat setelah jalan yang saya lalui berujung pada sebuah makam. -___-
Beberapa bulan berselang, saya kembali tersesat. Bukan di daerah yang sama, namun memiliki sedikit kesamaan cerita. Mulanya, separuh perjalanan, saya teringat kalau SIM dan STNK saya tertinggal di kos. Celakanya, sejak peristiwa ditilang polisi lalu lintas, sampai saat ini saya masih sedikit trauma dan tremor mendadak tiap melihat bapak-bapak berseragam coklat dengan rompi hijau itu.
Dan masih ada beberapa pengalaman kesasar lainnya, yang ngga mungkin saya ceritakan semuanya. Yang paling unforgettable, sih, dua pengalaman di atas. Nyasar dan berujung di kuburan. Pffft
Maka, berangkat dari pengalaman tersesat di perkampungan itulah, saya ingin membagi beberapa tips buat para blogwalkers yang memiliki kemampuan navigasi buruk seperti saya. Berikut tips-tips yang bisa kalian coba:
- Jangan lupa berdoa sebelum memulai perjalanan.
- Pastikan bensin di tangki kalian masih mencukupi. Ngga harus full,
pokoknya ada cadangan di samping bensin untuk pergi-pulang. Selain
bensin, jangan lupa bawa jas hujan juga. Cuaca sedang tidak stabil, Bro!
Coba bayangkan, kalau kalian tersesat di sebuah daerah yang ngga ada
pom bensinnya, hujan deras, ngga bawa jas hujan, dan ngga ada satu pun
penjual bensin eceran di pinggir jalan, sementara kendaraan kalian
benar-benar kehabisan bensin. Kalau sudah di posisi itu, maka ngga ragu
lagi kalau kalian benar-benar dalam posisi apes!
- Khususnya bagi pengendara pemula, kalau feeling kalian ngga bagus, ehem, mendingan ngga usah lewat jalan pintas, deh. Bisa berabe nanti kalau nyasar, kan… -_-
- Jangan sok tahu mengikuti feeling di tempat yang bukan wilayah kalian. Yakali, lewat aja ngga pernah, kok, mau dengan pedenya sampai di tujuan. -_-
- Jangan menunda-nunda bertanya kepada penduduk sekitar. Entah karena malu, sok tahu, ataupun gengsi. Pokoknya ngga usah nunda-nunda, atau kalian bakal tersesat semakin dalam.
- Jangan sok-sok-an membanggakan teknologi. Ya iya, sih, henpon-henpon
saat ini sudah dilengkapi GPS. Tapi, kalian pernah lihat sinetron, kan?
Iya, sinetron! Pasti hapal sama adegan henpon-mati-di-saat-sat-genting
atau henpon-batrenya-ngedrop-tiba-tiba, kan? Nah, itu! Apa yang terjadi
di sinetron barangkali bisa kejadian juga, lho, di dunia nyata
- Jangan panik. Pokoknya jangan. Berdasarkan pengalaman saya sebagai orang yang panikan, panik justru menambah suasana jadi makin runyam.
- Perbanyaklah ibadah.
- Berbaktilah kepada kedua orang tua.
- Kalau semua tips di atas telah kalian terapkan, maka, tinggal satu
tips lagi yang dapat kalian lakukan : berdoa dan berharap atas
pertolongan-Nya.
Kalau kalian memiliki problem yang sama dan memiliki tips lain lagi, boleh banget kok, buat share di sini. Sampai jumpa! Selamat berakhir pekan!
PS: Janganlah terlalu percaya pada jalan pintas. Mereka terkadang menyesatkanmu~




Tidak ada komentar:
Posting Komentar